Lingkar Dakwah

AMALAN DINILAI DI AKHIRNYA (Perspektif Dakwah Kampus)

Oleh: Andi Muhammad Akhyar, S.Pd.,M.Sc.

(Ketua Umum Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia)

Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal satu hasta, tapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara diri-nya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga lantas ia memasukinya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). (Muttafaq ‘alaih: al-Bukhari, no. 3208; dan Muslim, no. 2643)

Bagi yang sedang berada di fase akhir kepenguruan Lembaga Dakwah Kampus (LDK), mungkin dua tiga bulan lagi kepenguruannya akan berakhir, hadits ini sangat mengena: kinerja kepengurusan di tentukan di fase akhirnya. Ada orang yang di awal dan di tengah kepengurusan kinerjanya sangat baik, mujahadahnya tinggi, profesionalismenya mantap, namun terjatuh di akhir; kinerja menurun, mujahadah ala kadarnya, profesionalismenya menghilang. Ada orang yang di awal kepengurusan kinerjanya luar biasa namun di tengah jalan sudah menurun. Ada pula orang yang sejak awal kepengursan kinerjanya memang tidak baik, di tengah juga tidak baik. Maka bagi yang berada dalam kondisi tersebut, hadits ini bisa menjadi penyemangat untuk berbenah atau lebih memperbaiki kinerja lagi. Bagi yang buruk di awal dan atau di tengah, manfaatkan momen ini untuk memperbaiki diri di akhir karena amalan dinilai di akhirnya. Mungkin kinerja kita buruk di awal dan atau di tengah, namun kinerja kita yang baik di akhir, maka manusia (pengurus, MSO, pembina, kader) mungkin akan mudah melupakan keburukan masa lalu dan yang berbekas adalah kebaikan masa kini. dulu mungkin kita jarang hadir musyawarah. Dulu mungkin kita sering meninggalkan amanah dakwah. Dulu mungkin kita tidak pernah hadir dalam kegiatan LDK.

Bagi yang sudah baik hingga di tengah, maka manfaatkan momen ini untuk semakin baik lagi. Bukankah orang yang sama dengan kemarin adalah orang yang merugi? Bukankah orang yang lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung?

Ini juga dalil agar kegiatan terakhir yang diadakan oleh LDK menjadi kegiatan terbaik. Menjadi yang tersukses, terbanyak pesertanya. Karena orang selalu menilai kegiatan (amalan) di akhirnya. Mungkin kinerja kepengurusan secara umum tidak terlalu baik di awal hingga tengah, namun adanya kegiatan pamungkas di akhir, bisa memeprbaiki citra. Namun dengan catatan, kegiatan pemungka itu dilakukan dengan mempertimbangkan kuantitas dan kualitas kader sehingga tidak mengganggu kaderisasi.

Kita tidak pernah dengar setan jadi tukang batu, tukang kayu, berdagang, apalagi jadi PNS. Itulah mengapa setan cerdas dan profeional dalam kerja. Sejak dulu hingga sekarang, kerjaannya cuma satu; menggoda manusia. Di fase akhir kepengurusan ini, setan pun tidak akan tinggal diam. mereka pun tau hadits bahwa amalan dinilai di akhirnya. Maka mereka pasti juga akan menggoda kita dengan lebih intens lagi, menggoda kita dengan godaan terbaik agar kita terjatuh di akhir.

Mungkin selama ini kinerja kita sudah baik, namun di akhir, setan bisa mengutus tentaranya untuk menjadikan diri kita terlena dengan tugas-tugas akademik sehingga lalai terhdap tugas-tugas dakwah di akhir. Boleh jadi, setan menggoda kita untuk takut lambat selesai, sehingga lebih memilih ikut KKN dari pada menyelesaikan masa akhir kepengurusan. Setan menggoda kita untuk fokus skripsi. Setan menggoda kita untuk sibuk KOAS (bagi dokter). Setan manakut-nakuti kita dengan masa depan, padahal segala takdir, Allah telah tuliskan. Kapan selesai, kapan kerja, kapan S2, kapan nikah, semuanya sudah tertulis dalam kitab lauful mahfuz. Tidak ada hubungan antara KKN, skripsi, dan sarjana atau Kerja, S2, dan nikah. Aktif atau tidak di LDK, tidak akan mempengaruhi takdir Allah. Kalau Allah tetapkan sarjana dalam empat tahun, mau aktif atau tidak di LDK, pasti akan sarjana dalam empat tahun. Sebaliknya, yang ditetapkan selesai tujuh tahun, mau aktif di LDK atau tidak, pasti akan selesai tujuh tahun. Betapa banyak pengurus yang tidak aktif di LDK, tapi selesainya tujuh tahun. Mungkin terhambat skripsinya atau Mungkin ada masalah pribadi sama dosen.Dan betapa banyak pengurus yang aktif di LDK hingga akhir dan selesai, justru menjadi wisudawan terbaik dan atau tercepat. Mereka wisuda tahun ini, langsung S2 dan atau nikah dan atau kerja dan atau nikah tahun ini. Apa yang Allah takdirkan, itulah yang terjadi.

Setan dapat pula menjatuhkan kita di akhir dengan tergesa-gesa masuk dunia kerja. Kalau kerjaannya tidak mengganggu dakwah, tentu tak masalah. Namun tak jarang kerjaan menjadikan dakwah jadi nomor kesekian. Kalau orang tua belum tuntut kita kerja, fokus saja dulu di LDK. Selesaikan amanah dulu. Nanti pas suah sarjana, karena beban kuliah sudah tidak ada, silahkan ganti dengan beban kerja; mencari ‘maisyah’ untuk ‘Asiyah’.

Setan dapat pula  menjatuhkan kita di akhir dengan membuatkan ‘clash’ antara kita dengan pengurus lain. Sejak awal, kinerjanya bagus. Sejak awal, ukhwahnya terjaga. Namun di akhir, walya`uduzbillah…mereka  bermusuhan: salah paham, kecewa, tidak terima perlakuan senior, tidak terima nasehat senior, dll. Sekali lagi, setan sangat cerdas dan profesional dalam menggoda, mencerai beraikan hati.

Oleh karena itu, karena godaan setan akan semakin meningkat di akhir, maka kita lawan godan setan tersebut dengan meningkatkan tekad,  mujahadah, profesionalisme, menambah kelapangan hati atas sikap saudara. Bukankah tingkatan ukhuwah yang paling rendah adlaha berlapang dada dengan sikap saudara? Kita perlu menambah keyakinan bahwa takdir Allah telah ditentukan. Allah pasti akan menolong orang yang menolong agamanya: memudahkan dan memberkahi KKN, skripsi, kerja, S2, atau pun nikahnya.

Bagi yang selama ini kinerjanya baik, istiqomah dalam dakwah, maka meningkatnya godaan setan harus dilawan dengan peningkatan kinerja menjadi lebih baik lagi. Mari menjadikan setan menangis karena peningkatan godaannya di akhir, kita respon dnegan peningkatan kinerja dan kelapangan hati kita.

Di fase akhir ini, tekanan pasti akan semakin berat. Memperbaki diri, bangkit setelah terjatuh, kembali gabung di komunitas ikhwah/akhwat setelah lama menghilang, kembali fight setelah lama tinggalkan amanah, menyambung kembali ukhuwah yang terputus, mengobati luka hati yang masih menganga, ini bukan pekerjaan yang mudah. Sudah setengah mati menjaga kinerja, mujahadah, profesioanlisme, kelapangan hati, lalu menjadikannya bertambah baik lagi di akhir, ini ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan pertolongan Allah dan tekad yang kuat, insyaAllah bisa. Maka hal paling penting dari semuanya, adalah menambah istigfar, kedekatan, doa pada Allah di fase akhir ini. Jika dahulu dahulu cuma berkutat di angka sembilan puluh, kini kita pelru menambah istigfar, kedekatan, dan doa pada Allah menajadi angka 100.

Di fase akhir ini, Kapan kita mulai memperbaiki diri? Kapan kita mulai menambah kinerja?  Mulai sekarang, mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri! jika hari ini baru sadar tapi besok sudah muktamar? Jika baru menyadari kesalahan hari ini saat sedang berada di lokasi KKN? Dimana pun berada; di sini, di sana, di situ, di lokasi kerja, di lokasi KKN, apapun kesibukan: skrpisi, kuliah, kerja tugas, KKN, hadirlah di lokasi muktamar! Minta izin dulu supaya bisa dari KKN untuk hadiri muktamar. Atur sedemikian rupa agar tugas tak bertabrakan dengan muktamar atau kerjakan saja tugas di lokasi muktamar. Minta izin tidak masuk kuliah dulu. Tunda sejenak kerja skripsi, lalu hadir muktmar. Dalam suatu  kepengurusan, inlah titik paling akhir perjalanan:titik untuk meminta maaf pada umat saat LPJ, titik untuk kembali gabung di komunitas, tidak merajut kembali ukhuwah yang tercerai berai, titik balik perbaikan diri sebagai MSO atau pengurus di lembaga berikutnya, dan yang paling penting, titik untuk memohon ampun pada Allah, bertaubat dan beristigafar atas kelalain diri. Karena amanah dakwah itu bukan sekedar amanah organisasi, tapi amanah Allah. SK-nya tidak hanya dari pejabat kampus, tapi langsung dari Allah. pelantikannya bukan hanya di depan pejabat, tapi langsung dilantik oleh Allah.

Akhirnya, kita berharap Allah mengampuni dosa-dosa, dan segenap manusia (kader, simpatisan, pengurus, MSO, pembina) memaafkan. Semoga ini tergolong amalan baik karena amalan dinilai di akhirnya.

 

 

Rabu, 7 Januari 2017

Pukul 11.21 WITA

Lorong Mukmin 1 no.14, Sungai Saddang Baru, Kota ‘Serambi Madinah’ Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *