Lingkar Dakwah

Bahas Islam Nusantara, Ini Pesan Ustad Ismail Rajab dalam Kuliah Pemikiran Islam LIDMI Makassar

MAKASSAR – Kuliah Pemikiran Islam (KUPAS) oleh Departemen Kajian Strategis Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD Lidmi) Makassar digelar di Sekretariat LIDMI Makassar, Jalan Paropo 8 No. 3 Makassar, Rabu (7/11/2018).

KUPAS ini mengambil tema “Kupas Konsep dan Gerakan Islam Nusantara”.

Menurut Sayyid Fadhlillah Selaku Ketua Departemen Kajian Strategis (Kastra) LIDMI Makassar, tema ini begitu penting, berkaitan dengan banyaknya arus-arus informasi yang merajalela di Media Sosial terkait masalah kotemporer, sehingga para Aktivis Dakwah Kampus harus paham dan tercerahkan dengan masalah yang ada.

“Tema terkait Islam Nusantara ini memang lagi ramai, apalagi banyak Dosen di Kampus-kampus yang memperkenalkannya kepada mahasiswa,” Ujarnya.

Materi kajian ini dibawakan langsung oleh Ustad Ismail Rajab, selaku pembina KUPAS Lidmi Makassar.

Dalam materinya, ustad Ismail mengatakan, berbagai paham seperti sekularisme Islam, Liberalisme Islam muncul belakangan ini. Namun, dari berbagai literatur, definisi Islam Liberal tidak didapati, demikian pula Islam Nusantara.


“Wacana ini partikular, sempit, sehingga kesulitan dalam pendefinisiannya. Inilah problem utama dalam pembicaraan wacana seperti ini,” ujarnya.

Defenisi istilah ini, lanjut Dia, kini dipaksakan untuk melahirkan diksi-diksi kepada yang berseberangan dengan mereka, misal Islam radikal, intoleran, Wahabi, dan lain sebagainya.

“Yang berbahaya bukan pada diksi atau konsep, namun kerentanan pergesekan dalam masyarakat,” tuturnya.

Di akhir materinya, Alumni Universitas Hasanuddin ini berpesan, Umat Islam khususnya Pemuda harus serius mempelajari Islam, dan menyiapkan segala kebutuhan jangka panjang.

“Sebagaimana pejuang muda kaum Muslimin setelah perang Salib, adalah generasi yang menguasai teknologi dan paham Agama. Misal di Jordania, benteng buatan Islam dan Nasrani sangat jauh berbeda. Kualitas benteng buatan kaum Muslimin sangat baik, baik susunan bahan benteng, arsitektur, penataan ruang dan lain sebagainya. Ini yang perlu dimunculkan dalam diri Mahasiswa Muslim,” ujarnya.


Ustad Ismail juga menitipkan harapan kepada LIDMI, yakni harus menstimulus kader dan pengurusnya untuk rajin membaca dengan budaya literasi yang harus ditingkatkan.

“Karena generasi muda adalah Iron Stock, yang bisa menentukan arah pergerakan sebuah koloni,” harapnya.

KUPAS merupakan program unggulan Departemen Kastra Pimpinan Pusat LIDMI yang diturunkan kepada seluruh PD LIDMI Se-Indonesia, dengan mengikutsertakan pengurus dan kader kampus binaan. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *