Lingkar Dakwah

Bukan Sekedar KKN

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu program wajib bagi para mahasiswa, utamanya bagi mereka yang berada pada masa akhir perkuliahan sebagai wujud dari pengabdian kepada masyarakat. Sebagaimana yang termaktub dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik yang berstatus Negeri maupun swasta.

Program KKN ini dilaksanakan dalam rangka pengaplikasian Ilmu yang didapatkan oleh setiap mahasiswa selama mengikuti proses perkuliahan di kampus. Aplikasi ilmu itu tentunya berdasarkan ragam studi dan fokus keilmuan mereka masing-masing.

Sebagian besar mahasiswa menganggap bahwa KKN hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban kampus. Begitu banyak diantara mereka yang menjalaninya dengan biasa-biasa saja tanpa ada target jelas, apa yang ingin dicapai selama masa KKN tersebut.

Bahkan program ini terkadang dihabiskan dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, refresing, makan dan tidur pun menjadi aktivitas sehari-hari tanpa ditunjang dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Padahal salah satu fungsi utama dari program KKN adalah bagaimana mahasiswa bisa menularkan nilai-nilai spiritual dan intelektual kepada masyarakat.

Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa kita perbuat sehingga KKN akan menjadi lebih bermakna. Memahami esensi dari program ini sangatlah penting, sehingga tak sedetikpun waktu terlewatkan kecuali pada aktivitas-aktivitas yang bermanfaat. Begitu pula dengan visi dan target yang ingin kita capai selama KKN, itu harus jelas sehingga bekal untuk menunjang itu semua bisa dipersiapkan.

Ada beberapa poin penting yang harus dipahami oleh mahasiswa terkhusus kepada para aktivis dakwah, sehingga KKN ini bukan hanya sekedar KKN saja dan melepaskan kewajiban semata. Namun ada esensi yang sangat penting di dalamnya untuk menjadikan KKN lebih bermakna dan bermanfaat.

1. KKN dengan Misi Dakwah

Masa ber-KKN merupakan waktu yang tepat untuk mengemban misi dakwah. Disinilah kita bisa membuktikan sejauh mana kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat. Bagi para aktivis dakwah tentu sangat memahami bagaimana kondisi masyarakat yang masih awam dan minim pengetahuan tentang agama.

Disinilah peran sebagai seorang mahasiswa terkhusus bagi aktivis dakwah, bagaimana menyampaikan dan menyebarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya ditengah-tengah masyarakat. Memberikan penyadaran kepada ummat agar kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah cita-cita yang harus dicapai.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 104)

Sebuah amanah yang mulia ini, tentu tidaklah mudah. Perbedaan-perbedaan yang ada akan senantiasa menjadi bumbu-bumbu dalam perjuangan dakwah. Namun, bersikap bijak dalam bertindak serta mengutamakan sifat toleransi dalam dakwah akan membuat kita diterima dengan baik oleh masyarakat.

Inilah misi yang harus kita emban dalam program KKN. Bagaimana supaya peluang dakwah ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya nilai intelektual yang disalurkan kepada masyarakat, akan tetapi yang paling utama adalah memberikan nilai-nilai spiritual kepada Mereka. Jika hal ini berjalan, maka setiap waktu yang ada akan senantiasa diliputi dengan kebaikan-kebaikan.

2. KKN Lahan Amal Jariyah

Merancang program kerja pada saat KKN juga sangat penting untuk diperhatikan. Target kita seharusnya merujuk pada hal-hal yang bisa dijadikan sebagai lahan amal jariyah. Namun, kebanyakan yang terjadi saat ini mahasiswa KKN lebih berfokus kepada program-program yang bersifat umum. Mengadakan pentas seni, teater, privat bahasa asing dan semisalnya menjadi program unggulan.

Padahal, untuk membuat KKN menjadi lebih bermakna adalah bagaimana program itu bisa memberikan manfaat bukan hanya pada sisi duniawi saja, tetapi manfaat dari sisi ukhrawi itulah yang diutamakan. Termasuk diantaranya adalah dengan program yang bisa menjadi ladang amal jariyah bagi kita. Misalkan; program waqaf Al-Qur’an, Mengajar TKA/TPA, Program Dirasah, Kultum, Khutbah dan lain sebagainya.

Betapa banyak mahasiswa yang ber-KKN, namun mereka tidak mendapatkan amal jariyah setelah mereka KKN. Padahal momentum ini adalah momen terbaik menanam benih-benih kebaikan di tengah masyarakat, para siswa dan remaja. Mengajari mereka membaca Al-Qur’an dengan baik. Maka yakinlah bahwa setelah kita KKN, dan kita telah mengajar mereka mengaji dengan benar sesuai tajwid, akan terus menjadi amal jariyah bagi kita.

3. KKN Bukan Mencari Jodoh

Salah satu hal menarik dalam pembahasan KKN ini adalah banyak yang beranggapan bahwa salah satu tujuan KKN yaitu mencari jodoh. Sebelum pemberangkatan, mereka sudah berniat semoga dapat jodoh di tempat KKN. Mungkin, kita menganggap bahwa hal itu tidak akan terjadi, namun realitanya tidak demikian.

Begitu banyak fenomena seperti ini, terjadi diantara para mahasiswa KKN. Pada awalnya hanya berkenalan karena satu posko, dalam setiap kegiatan pun selalu bersama dan saling membantu satu sama lain, lalu muncullah benih-benih perasaan saling suka diantara mereka, bahkan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Inilah pentingnya menetapkan misi yang hendak dicapai dalam ber-KKN. Segala hal yang bisa mengalihkan dari misi tersebut, jika perlu kita tinggalkan. Termasuk juga dengan perkara diatas, seharusnya kita berupaya meninggalkannya. Menghindari sesuatu yang bisa mendatangkan fitnah harus dilakukan oleh mahasiswa KKN terkhusus untuk para aktivis dakwah.

Jaga niat utama kita, yakni pengabdian kepada masyarakat dengan misi dakwah. Karena baik dan buruknya suatu perkara akan bergantung pada niatnya.

4. KKN Tempat Menguji Kepemimpinan

Membentuk karakter kepemimpinan tidaklah semudah yang kita bayangkan. Ia butuh proses yang cukup lama hingga puncak kematangan menjadi seorang pemimpin itu bisa tercapai. Bagaimana ia berfikir, bertindak, mengontrol, mengarahkan, sampai kepada pemecahan setiap permasalahan yang dihadapi.

Salah satu cara menguji kepemimpinan seseorang adalah ketika ia diperhadapkan dengan sebuah kumpulan karakter manusia yang berbeda-beda. Mengarahkan seseorang yang memiliki karakter heterogen (beragam) sangatlah berat. Inilah yang kita rasakan di tempat KKN, utamanya bagi seorang pemimpin, baik koordinator desa ataupun kecamatan. Bagaimana menghadapi teman-teman dengan ragam karakter heterogen, dan juga masyarakat yang ada di sekeliling kita.

Jika KKN dijalani dengan sebaik-baiknya maka karakter kepemimpinan seseorang pun akan terbentuk. Segala masalah dan tantangan merupakan ujian dalam membentuk jiwa dan karakter seorang pemimpin yang amanah dan kuat.

Maka salah satu latihan kepemimpinan adalah menjadi koordinator desa (Kordes) atau kordinator kecamatan (korcam). Karena dua amanah ini yang memegang setiap kebijakan yang ada di posko. Sehingga para aktivis dakwah sangat diharapkan mengambil amanah ini, agar setiap peraturan-peraturan posko sesuai dengan syariat, contohnya (rapat terpisah laki-laki dan perempuan, menjaga pandangan dll).

5. Taklukkan KKN Mu

Sejarah telah mencatat dalam torehan tinta emas, para sahabat Nabi yang dijadikan sebagai utusan dalam menyampaikan Agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Perjuangan mereka senantiasa diliputi dengan godaan dan tipu daya dunia yang melenakkan. Namun, hal itu tidak membuatnya mundur dari misinya untuk menjayakan agama Islam. Hingga saat ini manisnya Islam bisa kita rasakan diseluruh belahan penjuru dunia, atas perjuangan mereka.

Para aktivis dakwah di ibaratkan seperti utusan yang membawa amanah berat untuk menyampaikan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semuanya dituntut untuk memberikan secercah perubahan kepada orang lain.

Setiap kita tentunya menginginkan ada perubahan yang terjadi di lokasi KKN, terkhusus pada perubahan masyarakat agar semakin lebih dekat kepada jalan kebaikan. Memberi peringatan tatkala mereka menjauh dari Al-Qur’an dan pengajaran Sunnah Nabi-Nya. Inilah misi utama dalam KKN yang harus diwujudkan. Inilah makna ‘bukan sekedar KKN’.

Menaklukkan KKN bukan sesuatu yang mudah, butuh perjuangan dan pengorbanan serta tekad yang tinggi. Sehingga masa KKN tidak menjadikan kita futur dalam perjuangan dakwah dan dalam keimanan kita. Adapun tips menaklukkan KKN ialah.

  • Kuatkan Visi dan Misi dalam KKN
  • Senantiasa Memperbaharui Niat Kita dalam ber-KKN
  • Menyibukkan Diri dalam Kegiatan dan Agenda Dakwah di Lokasi KKN (contoh: mengajar mengaji, kultum, ta’lim, khutbah dll)
  • Memperbanyak Ibadah dan Doa Kepada Allah
  • Menjaga Adab, Mur’ah, Perilaku di Lokasi KKN
  • Menjalin Hubungan dengan Ikhwah dan Ustadz yang ada di Daerah KKN, dan yang lainnya.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para aktivis dakwah kampus yang sedang menempuh perjalanan dakwah di lokasi KKN. Yakinlah bahwa Allah subhanahu wata’ala akan menjaga setiap hamba-Nya yang senantiasa Istiqomah di atas keimanan.

Mengakhiri tulisan ini, kami mengucapkan selamat ber-KKN kepada Mahasiswa UIN Alauddin Makassar angkatan ke 60, utamanya para aktivis dakwah kampus, pengurus MPM UIN Alauddin Makassar semoga bisa mengabdi dengan baik ditengah masyarakat menebarkan cinta Sunnah dan menanam benih-benih kebaikan dalam meraih dan mewujudkan peradaban Islam. Manfaatkan setiap waktu yang ada untuk memberikan perubahan kepada masyarakat ke arah yang jauh lebih baik.

Muhammad Ikram
(Ketum LKA MPM UINAM)
Masjid Perjuangan Darul Khair, Samata Gowa
Kamis 28 Februari 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *