Lingkar Dakwah

Gabungan Ormas Islam Gelar Aksi Damai di DPRD Sulsel, Ini Tuntutannya

Makassar  Puluhan aktivis dari gabungan ormas Islam menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Stop Ekspansi Nikah Mut’ah” di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Rabu (21/3/2018) sore.

KH M Said Abd Shamad selaku koordinator Relawan Pengawal Fatwa MUI (Resofa), yang mengomandoi demonstrasi itu, mengatakan alasan sehingga pihaknya hadir di gedung Dewan itu, sebagaimana firman AllahSubhanahu wa Ta’ala, yang artinya: Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama Allah, ialah orang-orang yang apabila diberikan kehidupan di bumi ini mereka memperhatikan masalah shalat, zakat, amar ma’ruf nahi munkar. Kalau ada kebaikan, dianjurkan supaya dilaksanakan. Kalau ada kemungkaran, dianjurkan supaya ditinggalkan.

“Ternyata tanpa kita sadari ada satu ajaran yang sudah difatwakan oleh MUI sebagai ajaran yang menyimpang, ternyata sudah menyebar di kalangan masyarakat kita, dan lebih menyedihkan lagi karena sudah menyebar di kampus dan perguruan tinggi. Ialah yang disebut ajaran Syiah,” kata Kyai Said dalam orasinya.

Ia melanjutkan, ajaran Syiah bertentangan dengan ajaran Islam pada umumnya. Menurut wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Makassar itu, letak perbedaan mendasar antara ajaran Syiah dan Islam, di antaranya dari sisi syahadat, rukun iman, rukun Islam.

Tak hanya itu, kaum Syiah gemar mencaci maki para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassalam, serta menghalalkan nikah mut’ah atau zina kontrak.

Turut hadir saat aksi damai beberapa perwakilan ormas Islam dan organisasi kepemudaan, seperti Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) Indonesia Timur, Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Sulsel, Laskar Pemburu Aliran Sesat (LPAS) Makassar, Front Pembela Islam (FPI) Sulsel, Pengurus Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD LIDMI) Makassar, Korps HMI Wati (KOHATI) Gowa, serta organisasi Islam lainnya.

Dalam aksi itu, juga dilakukan penggalangan tanda tangan penolakan paham sesat Syiah, dan bentangan spanduk serta poster bertuliskan kecaman terhadap kelompok Syiah yang sampai saat ini membunuhi ummat Islam di bumi Syam, Suriah.

Laporan: Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *