Lingkar Dakwah

In House Training, Wartawan Senior Ini Ajarkan Kinerja Intelijen Dalam Jurnalistik

MAKASSAR – Pengurus Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) Makassar gelar In House Training dengan topik “Teknik Jurnalisme Investigasi” di Musalla Kampus IV Universitas Indonesia Timur, Jl. Rapocini Raya, Makassar, Kamis (28/12).

LIDMI Makassar menghadirkan Irfan Abu Faiz sebagai pembicara, yang juga merupakan pemateri di dua pertemuan sebelumnya yakni pembahasan teknik pembuatan berita langsung dan teknik framing pemberitaan.

“Jurnalisme Investigasi merupakan posisi tertinggi dalam kerja-kerja kejurnalistikan, karena manfaat dan mudharat yang dihadirkan sangat besar,” ungkap Irfan.

Jurnalisme investigasi, kata Irfan, telah ada sejak zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang kemudian dikembangkan oleh para tokoh setelahnya. Diawali dengan riset atau pengambilan data yang disertai dengan reportase. Dilanjutkan dengan perencanaan dan kemudian peliputan.

“Kegiatan ini membutuhkan waktu yang sangat panjang dalam rangka pembuktian kebenaran hipotesis yang dibutuhkan masyarakat, misal Syi’ah, tidak semua orang tahu bahwa mereka menghalalkan nikah kontrak. Maka untuk meyakinkan masyarakat bahwa ajaran Syiah tidak sesuai ajaran Islam yang sebenarnya, maka harus kita ungkap dengan kerja jurnalistik investigasi,” ujar wartawan senior Tempo ini.

“Menggunakan metode penyelidikan kepolisian adalah ciri jurnalistik investigasi, maka tak asing jika kepolisian terkadang mengandalkan informasi dari wartawan investigasi untuk mencari data awal tentang suatu peristiwa,” tambahnya.

Pemimpin redaksi liputanutama.com ini melanjutkan, diawali dengan menentukan tema  melalui rapat redaksi dengan menghadirkan semua unsur. Kemudian merumuskan permasalahan, misal Syi’ah atau LGBT. Dilanjutkan dengan menggali bahannya, bisa berupa rekaman, dan pengamatan lainnya.

Dari terkumpulnya bahan, kemudian harus dilakukan komparasi data, membandingkan data yang diperoleh dengan data yang akurat. Setelah itu baru menguji data tersebut sebagai upaya menyortir sumber informasi yang diperoleh. Diakhiri dengan memperhatikan teknik peliputan yang mirip dengan kinerja seorang intel kepolisian seperti penyamaran dan lainnya,” ungkapnya.

In House Training ini merupakan kegiatan pekanan LIDMI Makassar yang diikuti oleh perwakilan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Se-Makassar, khusus membahas masalah-masalah kejurnalistikan. (*rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *