Lingkar Dakwah

Jelang Dua Bulan Pasca Gempa, LIDMI Palu Intensifkan Pembinaan Anak-anak dan Remaja

PALU – Jelang dua bulan pasca bencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi di daerah Palu, Sigi dan Donggala, Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD Lidmi) Palu memaksimalkan pembinaan pengungsi dengan mendirikan posko LIDMI Peduli di Lapangan Mister, Jalan Salam Pala, Kelurahan Tipo, Kota Palu, Senin (19/11/2018).

Pendirian posko ditujukan sebagai pusat pembinaan baik di bidang Pendidikan maupun Kerohanian. Hal ini dibenarkan oleh Kordinator Lidmi Peduli Daerah Palu, Reza Maulana Anshory.

“Tadi pagi kita ada kegiatan assessment lokasi untuk tempat pembinaan LIDMI, Alhamdulillah hasil assessment kita, posko pengungsian ini  bisa kita jadikan tempat pembinaan, dengan mempertimbangkan jumlah pengungsi yg masih banyak, dan tidak adanya pembinaan dakwah di posko itu,” tuturnya.

Dia melanjutkan, kegiatan perdana yang dilakukan di posko yang baru adalah perkenalan bersama anak-anak dan remaja serta beberapa warga pengungsian.

“Alhamdulillah sore tadi, waktu kita perkenalan program bersama, kurang lebih 32 adik-adik usia TK-SD-SMP bersama Koordinator Posko dan berapa warga pengungsi,  kita ketemu dengan teman teman ODOJ yg mengajar di situ, dan katanya pembinaan mereka hari ini terakhir, dikarenakan yg membina sudah mau kembali ke kotanya, dan belum ada yg bisa gantikan,” ungkap Reza dalam keterangan tertulisnya.

Untuk kegiatan awal, Tim LIDMI Peduli daerah Palu juga melakukan pendataan pengelompokan pembelajaran Alquran untuk anak-anak dan remaja.

“Sambil kami melakukan assessment kecil kecilan untuk melengkapi penunjang kegiatan pembinaan nanti, seperti tempat Wudhu, MCK, yang menurut teman-teman harus ada sedikit perbaikan supaya melancarkan kegiatan nanti,” tukas Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako 2014 ini.

 “Sesuai saran dari Koordinator Posko, pembinaan akan kita lakukan setelah shalat magrib, Insya Allah kita mulai Selasa (20/11/2018) esok,” tambahnya.

Menurut Kordinator Posko setempat, Ibu Olawati, memang ada pembinaan sebelumnya berupa pembelajaran Alquran metode Iqro’ dari relawan One Day One Juz (ODOJ), namun sepekan sudah tidak berjalan.

Program LIDMI Peduli yang dicanangkan oleh PP Lidmi sampai kepada jaringan daerah yakni PD Lidmi Palu, menitikberatkan pada pembinaan anak-anak, remaja dan pemuda di posko-posko pengungsian. Termasuk Program Pendidikan semisal pembangunan sekolah darurat, dan lain sebagainya. (*RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *