Lingkar Dakwah

Kajian Tematik Kepemudaan, Tingkatkan Atmosfer Keislaman Kampus Universitas Tadulako Palu

PALU – Bertempat di ruang Research Center Universitas Tadulako, Ahad (24/2/2019), sebanyak 350 mahasiswa menghadiri kegiatan Kajian Tematik Logistik Batin bertema “Pemuda-Pemuda Langit Part II” yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus Himpunan Mahasiswa Ahlus Sunnah (LDK HAMASAH) Universitas Tadulako bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD LIDMI) Palu.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan mahasiswa tentang pentingnya peran mereka di dalam Islam, terutama di akhir zaman seperti sekarang ini. Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 pagi dengan terlebih dahulu diadakan pembagian door price kepada para peserta.

“Ada 14 pebisnis di Kota Palu ini yang telah menyiapkan hadiahnya,” ujar Reo, panitia dalam kegiatan tersebut.

Sambutan oleh Ketua PD LIDMI Palu Ahmad Muslimin menjadi pembuka dalam kegiatan ini. Sementara kajian tematik dibawakan oleh Abdul Malik Sita Ribi, Pendiri LIDMI dan penulis buku “Lembaga Dakwah Kampus dan Pertarungan Ideologi”.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan betapa pentingnya sebuah nilai dari seorang aktivis dakwah. Ia menyampaikan, kondisi kampus yang majemuk, segala ideologi bebas berkeliaran, maka seorang aktivis harus tahu dimana ia berdiri.

“Aktivis dakwah itu harus jelas dimana ia berdiri. Di dunia ini cuman dua saja. Hanya dua yang selalu bertentangan. Kalau bukan kebajikan, tentu saja keburukan. Hak dan batil. Jadi perjelas, dimana posisi kita,” jelasnya dihadapan ratusan mahasiswa yang hadir.

Ia menambahkan, sejak awal memang, aktivis dakwah itu harus punya visi dan misi yang jelas. Aktivis itu, lanjutnya, tidak akan pernah mau menyerah dengan segala kondisi yang ada.

“Meskipun sulit, aktivis dakwah itu tidak boleh menyerah. Dia harus bisa menjadi suluh di tengah kampus. Untuk apa? Supaya kampus itu bisa beradab. Alquran bisa menjadi gaya hidupnya. Agar mereka bangga memilikinya,” pungkasnya.

Diakhir kegiatan, pihak panitia mengajak ratusan peserta untuk ikut bergabung bersama ahalakah Qur’an dan kajian pekanan intensif (tarbiyah).

“Alhamdulillah banyak yang mendaftar,” ujar Reo. (ZTD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *