Lingkar Dakwah

Ketua LIDMI Sulsel Ajarkan Tujuh Tips Pulang Kampung kepada Seratusan Mahasiswa UNM

MAKASSAR – Forum Studi Islam Raudhatul Ilmi Universitas Negeri Makassar (FSI RI UNM) menyambut musim libur mahasiswa dengan menggelar Kajian Pembekalan Pulang Kampung, bertempat di Masjid Ulil Albab UNM, Jalan Mallengkeri Raya Kel. Parangtambung, Jumat (22/12).

FSI RI UNM menghadirkan Ketua Umum Pengurus Wilayah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PW LIDMI) Sulawesi Selatan, Erwin Ardiansyah, sebagai pemateri .

Dalam materinya, Erwin memperkenalkan tujuh tips yang dapat dilakukan oleh mahasiswa khususnya aktivis dakwah kampus saat pulang ke kampung halaman menikmati libur perkuliahan, diantaranya adalah memulai dengan memperbaiki niat saat kembali ke kampung halaman. Menurutnya, amalan yang biasa akan bernilai pahala jika dilandasi dengan niat untuk beribadah kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

“Bahkan masuk ke dalam kamar kecil pun akan bernilai ibadah jika diniatkan dan tata caranya sesuai sunnah,” terangnya.

Tips kedua, lanjut Erwin, adalah mengkhususkan agenda pulang kampung dengan berbakti kepada kedua orang tua. Sebagaimana dalam sebuah hadits, disebutkan tiga amalan utama dalam Islam yakni Shalat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan berjihad di jalan Allah Subhana Wa Ta’ala.

“Kita tunjukkan akhlak yang kebaik kepada kedua orang tua kita, jangan malah menyibukkan diri dalam kesendirian untuk fokus menambah ilmu,” ujarnya.

Lima tips lain diantaranya fiqih dakwah prioritas yakni harus memperhatikan kondisi budaya masyarakat di kampung halaman agar dakwah kita diterima, mampu membedakan sifat-sifat dan strategi dakwah di kampus dan di kampung halaman, menghindari pintu-pintu penyebab keimanan berkurang (baca: futur) seperti berinteraksi langsung dengan lawan jenis yang bukan mahram, menjaga keistiqomahan dengan bergabung dengan jamaah dakwah di kampung halaman, dan segera bergabung dengan teman-teman yang shalih ketika kembali ke tempat perantauan.

“Tips-tips ini bukan untuk membatasi pergerakan antum (baca: anda), namun untuk menjaga antum agar tetap dalam naungah petunjuk yang telah diperoleh selama di Makassar,” tutup alumni Fakultas Bahasa dan Sastra UNM ini.

Kajian dengan tema “Ke Kampung Membawa Sunnah” ini dihadiri oleh seratusan mahasiswa dan mahasiswi yang mayoritasnya adalah kader dan pengurus Lembaga dakwah se-UNM. (*rh)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *