Lingkar Dakwah

Kupas Fenomena LGBT dan Polemik RUU P-KS, LIDMI Bulukumba Gelar Kuliah Pemikiran Islam

BULUKUMBA – Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD Lidmi) Bulukumba menghadirkan 20 Mahasiswa yang berasal dari beberapa kampus di Bulukumba dan Kab. Sinjai untuk mengikuti kegiatan Kuliah Pemikiran Islam (KUPAS), Sabtu (5/4/2019).

Bertempat di Aula Akper Bulukumba, PD Lidmi Bulukumba menghadirkan tiga pemateri antara lain Alumni Magister Pendidikan Islam UIKA Bogor Ustad Syamsuar Hamka, Ketua Departemen Kajian Strategis (Kastra) Pimpinan Pusat Lidmi Syukri Mawardi, Ketua Departemen Kastra PD Lidmi Makassar Sayyid Fadlillah, dan Ketua Departemen Infokom PP Lidmi Rustam Hafid.

Dalam sambutannya dihadapan seluruh peserta, Ketua PD Lidmi Bulukumba Supriadi Nasir mengatakan, KUPAS ini adalah kali kedua terlaksana, setelah digelar Agustus 2018 lalu.

KUPAS, lanjut dia, adalah program kerja PP Lidmi yang diturunkan ke daerah, yang materinya tersistematis. Sehingga materi yang disajikan juga bertingkat sesuai dengan pemahaman peserta.

“Aktivis Dakwah Kampus harus memandang semua permasalahan dalam kampus dan sekitarnya dalam kaca mata Islam. Maka KUPAS hadir untuk membentuk pola pikir kita semua agar lebih cermat menghadapi ideologi yang menyimpang,” ucap dia.

“Maka Insya Allah selama dua hari, kita akan mengupas permasalahan ideologi yang merusak di kampus. Agar kita mampu melihat perbedaan dan mampu mengambil sikap terkait permasalahan yang terjadi,” tambah dia.

Syukri Mawardi selaku Ketua Departemen Kastra mewakili Ketua Umum PP Lidmi membuka kegiatan dengan resmi.

Kelas KUPAS II bersama pemateri Syukri Mawardi dan Sayyid Fadlillah

Dalam sambutannya ia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pola pikir Islam dalam jiwa kader dan pengurus LDK.

Peserta, lanjut dia, diharapkan siap untuk bertarung ideologi dan argumen kepada musuh-musuh Islam, untuk kemudian memperlihatkan karakter seorang Aktivis Islam.

“Kita ingin mengembangkan aktivitas Aktivisme kader di daerah. Juga untuk menegaskan cara kita bagaimana melawan musuh-musuh Islam. Jika kita menyerang menggunakan otot, maka kita memiliki peluang kalah. Namun jika kita menyerang narasi mereka, maka ini akan berpotensi pada kemenangan yang telak,” papar alumni Pendidikan Dokter FK UMI ini.

Peserta pelatihan kemudian dibagi menjadi dua kelas, yakni KUPAS I bagi peserta yang pertama kali mendapatkan materi kuliah, yang kemudian mengikuti materi bersama Ustad Syamsuar Hamka, dan KUPAS II bagi peserta yang pernah mengikuti KUPAS I di pelaksanaan sebelumnya, yang kemudian mengikuti materi bersama Syukri Mawardi dan Sayyid Fadlillah.

Di hari pertama, KUPAS I membahas tiga materi antara lain Islamic Worldview, Ghazwul Fikr dan Pelatihan Kepenulisan. Dilanjutkan pada hari kedua dengan materi Hakikat Liberalisme dan Pluralisme, serta Jihad Media.

Untuk KUPAS II, digelar dalam waktu sehari dengan metode studi kasus dan riset sederhana, yang kemudian oleh pemateri, peserta diberikan dua tugas antara lain mencari draft kajian Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) yang kemudian dikaji oleh peserta dan menuliskan hasil kajiannya dalam note book. Tugas kedua yakni mencari data di masyarakat maupun di sekolah-sekolah dalam waktu satu hingga dua jam, untuk mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai LGBT dan permasalahan sosial lainnya.

KUPAS merupakan program utama Departemen Kastra PP Lidmi yang berbentuk kuliah berkelanjutan untuk membahas masalah-masalah Ideologi dan materi dasar Keislaman, diikuti oleh kader dan pengurus Lidmi se Indonesia. (*rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *