Lingkar Dakwah

Marak Kriminalisasi Ulama, FUIB Sulsel Gelar Diskusi Publik

lidmiLIDMI (26/01/2017) Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan (FUIB Sulsel) pada Rabu (25/1) menggelar diskusi publik dengan tema “Kriminalisasi Ulama dan Ummat Islam dalam Perspektif Hukum, Sosial Dan Nasionalisme”, menghadirkan pembicara antara lain: DR. Azwar Hasan, M.Si., Muhammad Faisal Silenang, SH., MH. Bahtiar Adnan Kusuma, S.Sos., M.Si. Diskusi digelar di Warkop 212, jalan Boulevard Makassar.

Diskusi publik ini diselenggarakan oleh FUIB Sulsel berkaitan dengan maraknya upaya mengkriminalkan para ulama bangsa oleh pihak-pihak yang anti terhadap islam, yakni pasca dilaporkannya Habib Riziq Shihab ke kepolisian dengan tuduhan yang beraneka ragam, juga maraknya kekerasan kepada umat islam.

Diskusi dibuka dengan sambutan oleh ketua FUIB sulsel, Ustadz Muchtar Dg. Lau, yang menyebutkan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menimbulkan ghairah dan semangat serta silaturahim yang jauh lebih baik lagi diantara umat islam, serta menampung masukan-masukan yang lebih baik untuk Islam kedepan.

Pembicara pertama adalah Ketua Badan Hukum FPI Sulawesi Selatan, Ust. Muhammad Faisal Silenang. Pada sambutannya, Ust. Faisal mengajak untuk sama-sama menghargai dan menghormati Ulama, “Ulama itu kan orang-orang yang menjadi pilihan, sepanjang yang saya katakan dia adalah ulama akhirat yang penuh keikhlasan dan penuh rasa tanggung jawab ingin membangun masyarakat menjadi lebih baik, berbeda dengan ulama-ulama yang tidak mempunyai ghairah keislaman dan bukan ulama akhirat”, tambahnya.

Pembicara kedua yakni Motivator Minat Baca Nasional, Bahtiar Adnan Kusuma, yang menekankan perlawanan pada maraknya upaya kriminalisasi umat Islam dengan penguatan literasi muslim, yakni Informasi yang harus dikuasai yang bisa dimulai dengan sebuah gerakan moral, yakni melahirkan banyak buku untuk melawan gerakan-gerakan literasi yang notabene memusuhi Islam dinegeri ini.

Sekjen Asosiasi Penulis Indonesia ini berpesan “Kita harus berjihad dan berdakwah dengan menulis buku, kita harus menggagas satu gerakan satu mujahid dakwah minimal melahirkan satu buku”.

Turut menyampaikan pendapat yakni mantan anggota DPR RI masa bakti 2009-2014 asal PKS – Asmin Amin, Ketua DPW FPI Kota Makassar – Ust. Agus Salim, Penasehat FUIB Sulsel – KH. Sirajuddin, dan ditutup oleh Ketua FUIB Sulsel – Ust. Muchtar Dg. Lau.

Diskusi publik ini dihadiri oleh perwakilan elemen ormas Islam Sulawesi selatan, termasuk didalamnya adalah perwakilan organisasi mahasiswa yakni Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI).

Reporter:*RH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *