Lingkar Dakwah

NASEHAT KIYAI DIDIN UNTUK AKTIVIS DAKWAH KAMPUS MAKASSAR

WhatsApp Image 2016-09-05 at 09.51.59(Karakter Aktivis Dakwah Kampus Dalam QS. At-Taubah Ayat 71)

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasulnya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa,Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)

  1. Tolong menolong satu sama lain

Harus membiasakan sikap saling bersinergi, membangun ukhuwah diantara kita. Kita tidak boleh senang menjadi pemain tunggal. Sehebat apapun kita, kita tak bisa selesaikan masalah dengan baik. masalah bisa selesai kalau kita bangun ukhuwah, sinergi satu sama lain. sinergitas ini memang sesuatu yag berat, mudah diucapakan, tapi sulit dilaksanakan. Kita harus tetap upayakan. Dengan bangun ukhuwah, kita bisi selesaikan masalah. Apalagi tatangan begitu dahsyat sekarang; budaya, kepemimpinan. Mayoritas kita adalah muslim, maka orang luar tidak senang. Mereka berkoordinasi satu sama lain. Meraka bisa beda pendapat dalam berbagai hal, tapi saat menyerang islam, meraka bersatu.

Dalam surah Al anfal, Allah mengingatkan bahwa orang kafir sebagian dari meraka bersinergi satu sama lain. Maka kalau kita tidak bersinergi sesama kekuatan umat, maka akan terjadi muslibah yng luar biasa. Kita dipecah supaya tak merasa butuh dengan yang lain. Pilkada DKI, menjadi perhatian dunia, itu tantangannya sangat berat. Maka kita harus bersinergi. Kita harus perbaiki struktur paradigma berpikir bahwa kekuatan bisa dibangun saat kita kerja sama. Jangan mau hanya snediri. Setiap bulan saya kumpulkan ormas Islam nasional; NU, Muhammadiyah, hidayatullah, wahdah, dalam rangka bangun sinergi, Koordinasi, kolaborasi, sinergi, harus jadi life style kita.

  1. Ya`murina bil ma`ruf wa yanhauna anil mungkar

Kita harus aktif jadi pemain, jangan hanya jadi penonton. Hadiah hanya diberikan kepada para pemain, bukan para penonton. Nonton bola tiap malam, tapi tidak pernah ada juara nonton. Allah kisahkan proses belajar mengajar dalam surah lukman, bagaimana berikan kesadaran berdakwah kepada anak-anak kita; dirikan sholat, laksanakan amar ma`ruf nahi mungkar,kemudian bersabar ketika mendapatkan kesulitan dalam dakwah karena itu semua adalah hal penting dalam hidup. ini harus jadi kebutuhan. Dakwah memberikan solusi pada persoalan kehidupan. Dakwah dengan lisan, tulisan, ekonomi, pendidikan, media. Apalagi pengaruh medsos sekarang luar biasa.

Dakwah dalam politik. Pejabat punya power dalam dakwah. Power itu penting dalanm dakwah. Zakat, kalau diserahkan pada kesadaran masing-masiang, terkumpul tiap bulan 170 juta. Namun saat diwajibkan setiap warga muslim untuk berzakat, maka dakwah dengan power, bisa mencapai 6,4 M. Maka kita butuh penguasa dalam berbagai sektor kehidupan untuk kepentingan dakwah. Bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Saya jadi mahasiswa, saya juga jadi dai. Kita hrus berikan contoh dai harus sukses dalam studi, IPK 4.00.

Kita sekarang kurang kesadaran saat punya posisi. Agama dianggap urusan pribadi. Pejabat yang punya kesadaran berdakwah, ini yang kurang. Merasa cukup dengan sholat atau  berbuat baik sendiri, tak sebarkan kebaikan. Kita butuh presiden, menteri, pejabat yang berdakwah. Surabaya, ada tempat lokalisasi, dari dulu tidak selesai, namun dengan power bisa diselesaikan. Di banyuwangi ada 47 titik prostitusi. Saat ada abupati punya komitmen yang kuat, tak ada lagi tempat prostitusi.

  1. Biasakan sholat berjamaah

Saat khutbah jumat yang dihadiri para pejabat, saya bilang, “Salah satu yang dilupakan para pejabat, adalah kita harus merespon panggilan Allah. Jangan saat rapat dan dengar adzan, malah diteruskan rapat.  Bagaimana bisa ada berkah.  Sholat jama`ah adalah kebutuhan dasar dalam agama kita. Ulama menyebutkan, andai yang datang shloat subuh sama banyaknya dengan yang datang sholat jumat, maka masyarakat akan mudah diatur.

Dalam Training ICMI, saya sampaikan, “aktivis dakwah itu harus menggerakkan. Pernah saya diundang pemerintah turki, saya sholat subuh di Turki seprti sholat jumat. Sholatnya juga lama. Jammah banyak yang berjas dan bermobil karena setelah sholat subuh langsung ke kantor. Kalau kita, mungkin pulang dulu lalu tidur. Makanya Turki sekarang luar biasa. Turki sekrang nomor enam belas negara terkuat, membangun tanpa punya utang. Bahkan ia yang memberikan pinjaman. Ada keberkahan. Indonesia, berapa utangnya? 2017, Indonesia harus banyar bunga 207 T. ini hanya suku bunga, belum kepalanya.

Para kativis dakwah harus jadi contoh di kampus dalam sholat jamaah. Umat islam itu, starting poin bangun masyarakat adalah lewat masjid.

  1. Mengeluarkan Zakat

 Aktivis juga harus dilatih berinfaq. Infaqnya jangan uang yang berbunyi. Tidak pernah berkurang harta karena sedekah. Ujung surat munafiqun, setiapa orang munafiq di sakaratul maut meminta untuk ditangguhkan agar masih bisa bersedekah. Sedekah akan berikan kekuatan.

  1. Taat kepada Allah dan Rasulnya

 Allah dan rasulnya di atas segala-galanya. Banyak sekarang orang yang tidak menempatkan Al quran dan sunnah di atas segalanya, seperti para orientalis. Kita harus jadikan Al Quran dan sunnah sebagai pedoman kita.

Ditulis oleh: Andi Muh. Akhyar
(Senin, 29 Agustus 2016, Ba`da subuh di Masjid Nurul Hikmah Jalan Adiaksa baru, Makassar)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *