Lingkar Dakwah

Pasca Gempa Sulteng, Hamri Semangati Kader Dakwah di FKIP Universitas Tadulako

PALU – Dalam kunjungannya ke Palu, Ketua Umum PP Lidmi, Hamri Muin mendapat undangan untuk memberikan orasi penyemangat kepada kader dakwah Taman Pengajian (TP) Darul Ulum Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) di Masjid Kampus FKIP Untad, Ahad (26/11/2018).

Hadir dalam forum, Pengurus TP Darul Ulum beserta kader dakwah di Fakultas tersebut.

Agung Wirayudha selaku Kordinator Departemen Kaderisasi TP Darul Ulum menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memaksimalkan peran kader sebagai aktivis dakwah di FKIP pasca Gempa, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu dan sekitarnya.

Juga untuk memunculkan rasa tanggung jawab dalam menegakkan agama Allah di Fakultas ini,” tambah Mahasiswa Pendidikan Kimia 2016 ini.

Diawali dengan membaca surah Almudatsir ayat 1 sampai 10 oleh peserta, dilanjutkan dengan pembacaan terjemah bahasa Indonesianya, Hamri kemudian menjelaskan tadabbur ayat tersebut.

Peserta fokus mendengarkan nasehat.

Menurutnya, seorang Aktivis harus selalu bangkit, sadar dan bergerak atas segala permasalahan yang terjadi di sekitar, bukan malah tidur-tiduran di kos-an, bermain game, bermalas-malasan, dan bentuk lainnya.

“Tugas kita sekarang adalah bangun, untuk memberikan peringatan kepada para Mahasiswa, khususnya Mahasiswa di FKIP Untad, juga Kepada teman-teman dan keluarga kita,” paparnya.

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin ini kemudian mengutip firman Allah taala dalam surah Ali-Imran ayat 110 , bahwa para penyeru dakwah adalah umat yang terbaik. Bahkan menurutnya, tidak berhenti sampai disini, ayat itu berlanjut, yang dikeluarkan untuk manusia untuk menyeru kepada yang makruf, mengajak kepada ketakwaan kepada Allah taalam.

“Inilah tugas aktivis, yakni menyeru manusia kepada kebaikan, bukan hanya berfokus pada sarjana saja. Jangan sampai gelar Sarjana menghambat gerakan perjuangan kita. Karena Allah telah memberikan kita gelar, gelar terbaik, yakni “Khayru Ummah”, maka jadikan gelar yang lain sebagai penopang dakwah kita,” jelasnya.

“Apakah cukup? Belum, Allah taala masih melanjutkan ayatnya, yakni mencegat kemungkaran. Anda meragukan ayat ini? Janji dari gelar ini? Ketahuilah, Alquran adalah kita yang tiada keraguan padanya, La rayba fiyhi,” tegasnya.

Di akhir materi, Pria asal Sebatik Kalimantan Utara itu, menegaskan kembali tema kegiatan yakni Temu Aktivis Dakwah Kampus, khusus pada kata Aktivis.

“Kita adalah aktivis, bukan pasifis. Aktif itu bergerak, maka jika ada Aktivis yang tidak bergerak, tinggalnya di masjid terus, maka bukanlah gelar Aktivis yang dimilikinya,” tutupnya.

Peserta Temu Aktivis Dakwah

LDF Darul Ulum FKIP Untad sendiri merupakan lembaga resmi dalam fakultas yang mengorganisir kegiatan dakwah dan kerohanian lainnya kepada Civitas akademika FKIP.

Akhir pekan sebelumnya, tepatnya Sabtu (17/11/2018) TP Darul Ulum sukses menggelar training mahasiswa dalam rangka memulai kembali kegiatan pasca Gempa, Tsunami dan Likuifaksi yang melanda Sulawesi Tengah, khususnya kota Palu. (*RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *