Lingkar Dakwah

Peduli Gempa Lombok, 15 Lembaga Dakwah se-Universitas Hasanuddin Gelar Jumat Akbar

Makassar – Merespon gempa bumi yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Solidaritas Muslim se-Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Jumat Akbar dengan tagar #PeduligempaNTB, Jumat (10/8/2018) hari ini.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pencinta Mushalla (UKM LDK MPM) Unhas, yang didukung oleh 14 Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) se-Unhas.

Dalam keterangan tertulisnya, Asrullah selaku Wakil Ketua II UKM LDK MPM Unhas mengatakan, Jumat Akbar ini berbentuk penggalangan dana serentak di seluruh Fakultas dan Masjid-masjid kampus se-Unhas untuk korban gempa Lombok dan beberapa wilayah lainnya di NTB.

“Ini untuk menunjukkan rasa simpatik dan empatik kita kepada saudara-saudara kita di NTB yang terkena dampak gempa, baik dampak materil maupun immateril,” terangnya.

Mahasiswa Fakultas Hukum Unhas ini juga menambahkan, penggalangan dana untuk korban gempa NTB ini juga menunjukkan kesadaran sosial para aktivis dakwah kampus yang tidak hanya shalih secara pribadi, tetapi juga ikut andil dalam merespon fenomena-fenomena sosial.

“Tentu ini adalah penerjemahan dari perintah Alquran dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, tidak hanya menjadi Muslim, tetapi juga menjadi Muslih,” ungkapnya.

Diantara lembaga dakwah yang terlibat antara lain LD As-Syariah MPM Fakultas Hukum, KMMDI Fakultas Ekonomi dan Bisnis, LDF Ibnu Khaldun Fakultas Sosial dan Politik, LDF Al-Adab Fakultas Ilmu Budaya, LDF Surau Fakultas Pertanian, LDF An-nahl Fakultas Peternakan, LDF LIKIB Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, LDF Gamis Fakultas Kehutanan, LDF Salsabil Fakultas Farmasi, Mushalla Istiqamah BEM FMIPA, GKM LD Al-Muhandis Fakultas Teknik, LDF Al-Aafiyah Fakultas Kesehatan Masyarakat, LDF Asy-Syifa Fakultas Kedokteran, dan SC Ash-Shihah Fakultas Keperawatan Unhas.

Sebagaimana diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, jumlah korban jiwa gempa Lombok dan sekitarnya saat ini mencapai 131 orang meninggal dunia dengan 1.477 korban luka berat.

“Kebutuhan mendesak untuk pengungsi yang tersebar beberapa tempat saat ini adalah tenaga medis, obat-obatan, tenda, selimut dan khususnya makanan siap saji,” ungkap Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB sebagaimana dilansir oleh kabar24.com. (RH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *