Lingkar Dakwah

Seminar Kesehatan Islam, Tiga Pemateri Akan Kupas Tuntas Relasi Alquran dan Kesehatan

MAKASSAR – Seminar Kesehatan Islam (SKI) dengan tema “Alquran Sebagai Pondasi Kesehatan” akan dilaksanakan oleh empat Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) se-Universitas Hasanuddin (UNHAS) di Baruga Andi Pangerang Pettarani UNHAS, Sabtu (2/12) esok.

Empat LDF tersebut antara lain LDF Asy-Syifa Fakultas Kedokteran (FK), LDF Al-Afiyah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), LDF Salsabil Fakultas Farmasi dan LDF Darul Asnam Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNHAS.

Muhammad Aulia Tadli selaku Kordinator Panitia Pengarah mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh minat masyarakat Indonesia untuk belajar agama yang semakin tinggi.

“Kegiatan ini menstimulasi masyarakat agar tidak hanya belajar agama, namun juga menghafalkan Alquran”, tambah mahasiswa Pendidikan Dokter UNHAS ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Daffa Haikal selaku ketua panitia SKI. Menurutnya, banyak masyarakat harus mengeluarkan uang banyak hanya karena masalah kesehatan, padahal kesehatan dapat dicapai dengan mempererat hubungan bersama Alquran. Itulah yang menurutnya menjadi tujuan SKI ini dengan menghadirkan pemateri yang akan menyosialisasikan hubungan Alquran dan kesehatan.

Kita menghadirkan Ustadz Deden M. Makhyaruddin yang berprestasi di kompetisi tahfizhul quran di Maroko dengan metode menghafal Alquran yang unik yakni metode Fotografik. Juga akan hadir Ustadz Ikhwan Abdul Djalil selaku Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan yang akan bercerita dan berbagi tips sehingga memiliki anak yang semuanya adalah penghafal Alquran. Juga karena seminar ini temanya kesehatan, maka kami hadirkan seorang dokter yang juga merupakan dosen FK UNHAS yakni dokter Iqbal Basri yang sedang meneliti seputar Alquran dan hubungannya dengan system Syaraf (neurosains) yang akan mengungkap bagaimana pengaruh Alquran terhadap kesehatan”, ungkap mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter UNHAS ini.

Seminar Kesehatan Islam ini ditargetkan akan dihadiri oleh 2.500 peserta yang berasal dari mahasiswa, masyarakat umum dan santri pondok-pondok tahfizh serta pondok pesantren se-Kota Makassar. (*rh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *