Lingkar Dakwah

Unik, Ini Cara Lidmi Palu Bangkitkan Semangat Shalat Subuh Berjamaah di Posko Pengungsian

PALU – Strategi unik dijalankan oleh Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PD Lidmi) Palu di posko pengungsian Lapangan Mister, Kelurahan Tipo, Palu, Sulawesi Tengah, untuk mengajak warga pengungsian meramaikan kegiatan Shalat Subuh berjamaah, Ahad (25/11/2018).

Strategi yang digunakan adalah dengan menyediakan sarapan pagi berupa bubur kacang hijau hangat kepada warga yang menghadiri shalat Subuh berjamaah di Musholla darurat yang didirikan.

Suguhan sarapan pagi ini digelar setelah Tausiyah subuh yang disampaikan langsung oleh Ketua Lidmi Palu, Ahmad Muslimin.

Ketua PD Lidmi Palu, Ahmad Muslimin, saat membawakan Tausiyah Subuh.

Tausiyah berjalan 30 menit dengan mengajak warga untuk mentadabburi Nama dan Sifat Allah taala.

“Bapak dan Ibu, diantara nama Allah taala adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang berarti Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maha pengasihnya Allah taala adalah kasih yang diberikan kepada seluruh makhluknya, baik ia manusia, hewan maupun tumbuhan. Baik ia beriman kepada Allah atau tidak,” jelasnya.

Sedangkan Ar-Rahim atau Maha Penyayangnya Allah, lanjut Ahmad, berlaku hanya kepada orang-orang pilihan Allah taala.

“Maka mari ibu dan bapak sekalian, kita berupaya menjadi orang-orang pilihan yang akan mendapatkan Ar-Rahimnya Allah taala. Maka di momen Shalat subuh ini, kita rebut pilihan Allah taala dengan tampil sebagai HambaNya yang taat dan selalu bertakwa,” pesannya.

Setelah mendengar tausiyah subuh, Tim Lidmi Peduli PD Lidmi Palu kemudian menyuguhkan bubur kacang hijau hangat Bersama hidangan sederhana kepada seluruh jamaah.

“Apa yang kami sajikan mungkin tidak seberapa, ala kadarnya dari kami, semoga menjadi sedikit penyemangat bagi kita semua,” pungkas Muhammad Ridho, relawan Lidmi Peduli, saat menutup Tausiyah Subuh dan mengajak warga untuk sarapan bersama.

Mengenai tujuan suguhan ini, Ridho mengatakan, untuk membina keakraban dengan seluruh warga yang berada di posko pengungsian, terutama bapak-bapak dan ibu-ibu, para orang tua yang mendiami posko.

“Pembinaan Alquran kepada anak-anak dan remaja sedang kami jalankan, maka kami mengharap dukungan dari orang tua mereka, bahkan pembinaan Alquran juga kami rencanakan kepada orang-orang tua tersebut,” ungkap Alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako 2013 ini.

Warga setempat, Ardi mengatakan, gempa dan tsunami yang menerjang warga di Kelurahan Tipo meninggalkan banyak hikmah. Namun menurut beliau, masih banyak warga yang belum bermuhasabah karenanya.

“Kejadian kemarin itu pak betul-betul luar biasa, seperti Kiamat. Allah ingin menunjukkan sebagian dari kuasanya. Maka terimakasih sekali sudah hadir untuk membantu kami untuk selalu ingat Allah, dengan kegiatan-kegiatan keagamaan,” pesannya.

Diskusi pagi bersama Warga pengungsian sambil menyantap hidangan sederhana ala Lidmi Palu.

Diantara program Lidmi Peduli yang dijalankan secara rutin di posko ini adalah dalam bidang dakwah dan Pendidikan, yakni permainan edukasi kepada anak-anak, pembinaan Alquran anak-anak dan remaja, serta Pendidikan Alquran Orang Dewasa (DIROSA). (*RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *